Pasalnya, meski sudah terjatuh ke tungku, untungnya Ferdi bisa diselamatkan walau akhirnya mengalami luka bakar sekujur tubuh dan langsung dibawa ke RSUD Dr. Muhammad Saleh Kota Probolinggo.
"Anak saya terjatuh saat belajar berjalan di dapur," kata Jumaati pada wartawan di ruang Bougenvile RSUD Dr. Muhammad Saleh, Kamis (03/03/2011).
Dia menambahkan, saat dirinya sedang menanak nasi, Ferdi ditinggal sendirian di dapur. Tiba-tiba ada suara tangisan anaknya yang tak henti, setelah dilihat, putranya berada didekat tunggu mengerang kesakitan. "Waktu saya lihat, ternyata jatuh ke tungku dan segera saya bawa ke puskesmas dulu dan dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.
Luka yang dialami Ferdi pada bahian perut, dada, tangan kanan dan kedua pahanya. Ferdi terus menangis menahan luka bakar ditubuhnya, bahkan orang tuanya selalu mengipasi sang buah hati ketika merengek kesakiran.
Sementara, Wakil Direktur RSUD Dr. Muhammad Sale Kota Probolinggo, dr. Taufiqurrahman mengatakan, Ferdi mengalami luka bakar 18 persen. Dikarenakan ruang isolasi pasien yang mengalami luka bakar serius penuh, pasien terpaksa dirawan di ruang inap umum. "Ruang isolasi penuh, jadi pasien bernama Ferdi dirawat dirawat inap biasa, tetapi tetap menjadi perhatian kami," ungkapnya.
0 komentar:
Posting Komentar